Artikel Berita

Pengaruh Perubahan Mikrobiota pada Ibu dan Bayinya terhadap Imunitas

Tercatat:  Kamis, Maret 20, 2014

Laurent Favre, PhD, Immunology Senior Scientist, Nestlé Research Center, Lausanne, Switzerland

Nestlé Nutrition Institute dan Departemen Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerja sama mengadakan “Mini Lecturer” pada 18 Maret 2014 dengan mengundang Laurent Favre, PhD dari Nestlé Research Center, Lausanne, Switzerland. Favre mendalami ilmu imunologi dan telah melakukan banyak penelitian mengenai probiotik dan perannya dalam sistem imunitas. Acara yang dimoderatori oleh dr. Rina Agustina, MSc, MS, PhD. ini berlangsung selama 90 menit dan disimak dengan antusias oleh para mahasiswa pasca sarjana.

Dalam presentasinya, Favre menjelaskan bahwa stimulasi pra dan pasca kelahiran oleh ibu  dan adanya faktor lingkungan seperti kolonisasi mikrobiota sangat penting bagi perkembangan kematangan imunitas bayi. Perkembangan mikrobiota dan komposisinya dipengaruhi oleh banyak faktor seperti jenis makanan, cara kelahiran dan kebersihan lingkungan. Pemberian ASI mendukung perkembangan mikrobiota yang sehat karena didominasi oleh bifidobakteri dan laktobasili. Penelitian terkini menunjukkan bahwa ASI mengandung bakteri hidup yang ditransfer melalui isapan bayi. Bakteri ini diketahui berperan penting dalam pemrograman sistem imun bayi baru lahir. Sayangnya proses kehiran sesar dapat mempengaruhi ekosistem mikrobiota usus bayi dan sistem imunnya, dan menyebabkan meningkatnya risiko perkembangan penyakit selama masa bayi.

Selama kehamilan, lingkungan mempengaruhi perkembangan mikrobiota usus ibu. Janin kontak dengan komponen bakteri dari usus ibu  melalui plasenta dan cairan amniotik. Plasenta dan cairan omniotik mengandung DNA bakteri, yang dominan bifidobakteri dan laktobasili. Mikrobiota pada plasenta dan cairan amniotik ini mempengaruhi ekspresi gen pada sistem imun.

Probiotik telah digunakan selama lebih dari 2 dekade untuk membantu memodulasi komposisi mikrobiota dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa stain spesifik probiotik dapat memodulasi sistem imun, baik pada orang dewasa maupun bayi. Pemberian probiotik pada ibu selama kehamilan dan menyusui dapat memodulasi sistem imun serta mencegah manifestasi alergi atau sensitisasi selama masa bayi.

Kesimpulannya, mikrobiota usus ibu berpengaruh terhadap mikrobiota usus bayi yang pada akhirnya dapat memodulasi sistem imun bayi. Oleh sebab itu perkembangan mikrobiota usus bayi yang optimal perlu didukung, baik dengan pemberian probiotik secara langsung pada bayi ataupun melalui diet ibu.