Berita Nutrisi Terkini

Konsumsi Gluten pada Populasi Anak yang Memiliki Risiko Terbukti Meningkatkan Risiko Penyakit Celiac Sebesar Dua Kali Lipat

Jan 16, 2016

Sejumlah penelitian telah mencoba untuk menentukan apakah konsumsi gluten sejak dini pada bayi mempengaruhi risiko penyakit celiac di kehidupan nanti. Namun, para peneliti Swedia tampaknya telah memecahkan sebagian teka-teki yang ada dengan hasil penelitian terbaru mereka. Mereka menemukan bahwa konsumsi makanan gluten sampai usia 2 tahun pada anak dengan factor risiko genetic meningkatkan risikopenyakit celiac sebesar dua kali lipat.

Risiko penyakit celiac ditentukan oleh paparan gluten dan adanya salah satu dari gen HLA DR3 haplotipe-DQ2 atau DR4-DQ8. Untuk penelitian ini, para peneliti menggunakan database dari 2.525 anak-anak dengan kerentanan genetic penyakit celiac di Swedia. Mereka menyeleksi 146 kasus, menghasilkan 436 pasang anak yang sesuai untuk kategori jenis kelamin, tahun kelahiran dan genotip HLA dengan pasien non-risiko, sebagai kelompok kontrol. Penelitian dilakukan dari bulan September 2004 hingga Februari 2010 dan hasil penelitian dipublikasikan dalam jurnal Clinical Gastroenterology Hepatology.

Asupan gluten dihitung dari catatan makanan selama 3-hari yang dikumpulkan ketika anak-anak berusia 9, 12, 18 dan 24 bulan. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang cenderung memiliki genetik dan mengkonsumsi gluten sebelum 2 tahun, terpapar penyakit celiac. "Temuan ini membuka wawasan untuk beberapa hal, meskipun tidak semuanya, mengapa anak-anak beresiko genetic terpapar penyakit celiac," kata para peneliti

Para peneliti juga mencatat bahwa praktek pemberian makan bayi di Swedia berbeda dengan negara-negara Eropa lainnya dan Amerika Serikat. Secara tradisional di Swedia, makanan yang mengandung gluten diperkenalkan sejak dini pada anak-anak dan dalam jumlah besar. Oleh karena itu, para peneliti meminta studi lebih lanjut di negara-negara lain terkait konsumsi gluten pada bayi-bayi untuk memahami risiko penyakit celiac lebih lanjut.

Sumber berita : klik di sini!