Obesitas Diturunkan dari Ibu ke Anak

Editor: M.H. Vickers, Michael G. Ross, Mina Desai, Ferdinand Haschke, Ekhard E. Ziegler, Dominik Grathwohl, Chittaranjan S. Yajnik Annales Nestlé Vol.72 , 2014
ARTIKEL
  • Perkembangan Pemrograman dan Transmisi Transgenerational Obesitas

    Penulis: M. Vickers

    Pandemi obesitas global sering terkait secara kausal dengan perubahan yang jelas dalam diet dan gaya hidup, peningkatan yang jelas pada diet asupan makanan tinggi energi dan berkurangnya tingkat aktivitas fisik pada saat yang bersamaan. Namun, jauh lebih sedikit perhatian telah dicurahkan kepada peran perkembangan plastisitas dan perubahan dalam hasil fenotipik yang dihasilkan dari gangguan di lingkungan selama periode awal kehidupan. Penelitian pada manusia dan hewan telah menekankan hubungan antara perubahan dalam lingkungan di awal kehidupan dan meningkatkan kerentanan terhadap obesitas dan gangguan metabolisme yang terkait di kemudian hari. Secara khusus, perubahan gizi ibu, baik kekurangan gizi dan obesitas ibu, telah terbukti menyebabkan transmisi transgenerational dari gangguan metabolisme. Asosiasi ini telah dikonsepkan sebagai hipotesis pemrograman perkembangan dimana dampak dari pengaruh lingkungan selama periode kritis plastisitas perkembangan dapat menimbulkan efek seumur hidup pada fisiologi keturunannya. Selanjutnya, bukti saat ini menunjukkan bahwa program pembangunan ini adalah fenomena transgenerational, dengan sejumlah penelitian yang menunjukkan transmisi efek pemrograman untuk generasi berikutnya, bahkan tanpa adanya tekanan lebih lanjut di lingkungan, sehingga menjadikan siklus antara gangguan obesitas dan metabolisme. Mekanisme yang bertanggung jawab atas efek transgenerational tetap masih kurang dipahami; bukti sampai saat ini menunjukkan sejumlah mekanisme potensial yang mendasari transmisi transgenerational dari fenotipe perkembangan diprogram melalui garis keturunan ibu dan ayah. Transmisi fenotip transgenerational sering dianggap sebagai bentuk warisan epigenetik dengan bukti yang menunjukkan kedua germline dan warisan somatik dari modifikasi epigenetik yang menyebabkan perubahan fenotipe lintas generasi. Namun, ada juga bukti untuk komponen non-genomik begitu juga interaksi antara janin yang sedang berkembang dengan dengan lingkungan di dalam rahim dalam kelangsungan fenotipe yang diprogram. Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana perkembangan efek pemrograman ini ditransmisikan sangat penting untuk pelaksanaan inisiatif yang bertujuan untuk membatasi krisis obesitas saat ini.

    Tutup abstrak
    Lihat teks penuh PDF