Apa Yang Anak Makan

Editor: H. Szajewska Annales Nestlé Vol.71 , 2014

Ringkasan

Banyak data yang menjabarkan Nutrisi pada 1000 hari Pertama Kehidupan memiliki konsekuensi hingga masa dewasa. Patogenesis sejumlah penyakit, seperti penyakit jantung, obesitas, diabetes mellitus, alergi dan penyakit kekebalan tubuh lainnya, beberapa jenis kanker, masalah kesehatan mental, osteoporosis, penyakit pernapasan kronis, dan kondisi muskuloskeletal, telah dikaitkan dengan nutrisi ibu dan bayi pada awal kehidupan. Dalam edisi Annales ini, Prof. Bhatia menginformasikan hal baru mengenai pengetahuan tentang cara mengoptimalkan nutrisi pada bayi berat lahir rendah dengan penekanan khusus pada ASI dan kebutuhan fortifikasi. Prof. Haschke menyajikan data baru yang menunjukkan pola makan bayi dalam 2 tahun pertama kehidupan dan nutrisi untuk mengurangi risiko alergi pada bayi serta obesitas. Akhirnya, data dari ‘Feeding Infants and Toddlers Study’ (FITS) diringkas oleh Dr Saavedra menyatakan bahwa pada usia 2 tahun, pola diet yang dibangun selama periode ini telah terbentuk. Oleh karena itu, 2 tahun pertama merupakan kesempatan emas bagi orang tua dan pengasuh untuk meletakkan dasar kebiasaan makan yang sehat, meningkatkan kesehatan generasi berikutnya, dan menurunkan epidemi obesitas.

ARTIKEL
  • ASI dan Bayi Prematur

    Penulis: J. Bhatia

    ASI adalah makanan terbaik baik bagi bayi cukup bulan dan bayi prematur. Walaupun dipertimbangkan sebagai sumber gizi optimal bagi bayi cukup bulan, bahkan dari ibu yang melahirkan bayi prematur, ASI mengandung rendah protein, energi, sodium, kalsium dan fosfor yang mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan  dan defisiensi gizi saat dibandingkan dengan susu formula yang didesain untuk bayi-bayi prematur yang berisiko tinggi ini. Karena ASI mengandung komponen yang meningkatkan kematangan saluran cerna dan manfaat kekebalan, adalah hal bijaksana untuk menerapkan strategi untuk memfortifikasinya dengan tepat untuk mengetahui manfaatnya termasuk menurunkan tingkat Necrotizing Enterocolitis (NEC), episode sepsis dan infeksi saluran kemih lebih sedikit, dan meingkatlan perkembangan penglihatan dan neuro-kognitif. ASI Donor sedang banyak digunakan saat ASI ibu sendiri tidak tersedia atau pasokannya kurang. Dengan mendapatkan ASI donor, bayi tetap dapat mendapatkan komponen biologis dan manfaat klinis ASI, namun diperlukan juga tambahan fortifikasi, terutama jika ASI donor berasal dari ibu dengan bayi cukup bulan. Sejalan meningkatnya strategi nutrisi, tujuan utama adalah meminimalkan hambatan pertumbuhan ekstra-uterin dan mencapai pertumbuhan yang tepat setelah mendapatkan berat lahir yang sesuai.

    Tutup abstrak
    Lihat teks penuh PDF