Food Allergy

Editor: H. Szajewska Annales Nestlé 2011

Ringkasan

Food allergies is a public health issue affecting approx. 5% of young children and is on the rise. The 69/3 issue of the Annales summarizes the impact of nutritional interventions, updates on diagnosis and treatment as well as a health economic evaluation.

ARTIKEL
  • Alergi Makanan: Kemajuan terbaru dalam Patofisiologi dan Diagnosis

    Penulis: C. Dupont

    Sekitar 5% dari anak-anak dan 3-4% orang dewasa menunjukkan respon merugikan pada kekebalan tubuh terhadap makanan di negara-negara barat, dengan kecenderungan meningkat. Patofisiologi alergi makanan (FA) bergantung pada reaksi kekebalan yang dipicu oleh epitop, yaitu urutan asam amino kecil yang mampu mengikat antibodi atau sel. Beberapa alergen makanan memiliki karakteristik fisikokimia tertentu yang memungkinkan mereka untuk melawan pencernaan, sehingga meningkatkan alergenitas. Alergen ini menghadapi populasi sel dendritik khusus dalam usus, yang mengarah ke T-cell priming. Dalam kasus alergi IgE-mediated, proses ini memicu produksi-IgE spesifik oleh sel-sel B. Sel reaktif jaringan-menetap,  termasuk sel-sel mast, kemudian mengikat IgE, dan reaksi alergi timbul ketika sel-sel ini, dengan molekul IgE yang berdekatan terikat ke permukaannya, kembali terpapar alergen. Reaksi alergi yang terjadi karena tidak terdeteksinya IgE disebut non-IgE mediated. Pencabutan toleransi oral yang mengarah pada alergi makanan kemungkinan terjadi oleh disposisi genetik dan faktor lingkungan (misalnya peningkatan kebersihan atau meningkatnya alergenisitas beberapa makanan). Untuk diagnosis yang akurat, riwayat medis lengkap, laboratorium tes dan, dalam banyak kasus, pantangan terhadap makanan dibutuhkan. Terlihat bahwa deteksi makanan tertentu dengan IgE spesifik (sensitisasi) tidak selalu menunjukkan alergi klinis. Metode diagnostik komprehensif saat ini sedang dalam studi yang berfokus pada respon kekebalan tubuh terhadap protein makanan tertentu atau epitop spesifik protein. Makanan yang menyebabkan reaksi alergi mewakili banyak besar gejala yang melibatkan kulit dan gastrointestinal dan sistem pernapasan. Mereka dapat dikaitkan dengan mekanisme IgE-mediated dan non-IgE-mediated (seluler) sehingga berbeda dalam sifat, keparahan dan hasil. Hasil juga berbeda sesuai dengan alergen.

    Tutup abstrak
    Lihat teks penuh PDF