Artikel Berita

Sebuah Penelitian Menunjukkan 'umami' Rasa Special Dapat Bermanfaat Bagi Kesehatan Lansia

Tercatat:  Rabu, April 22, 2015

Di antara berbagai indera manusia, indera perasa adalah indera yang paling dieksplorasi dan dipelajari. Rasa dan dampaknya pada kesehatan adalah area yang tidak “disewa” secara harfiah. Untuk memahami kualitas sensorik ini dengan lebih baik, telaah baru dari Jepang mengumpulkan informasi dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda untuk mengungkapkan hasil yang menarik.

Ditemukan bahwa rasa 'umami' yang dihasilkan oleh monosodium glutamat (MSG) dapat bermanfaat bagi lansia. Selain itu, zat kokumi yang ditemukan dalam bawang putih, bawang merah dan kerang bias memodifikasi flavor dan meningkatkan rasa makanan rendah lemak. Hasil ini dipublikasikan dalam jurnal Flavour.

Rasa 'umami' diteliti dalam kelompok kecil yang terdiri dari 44 pasien lanjut usia dan ditemukan bahwa beberapa pasien lansia mengalami hilangnya sensasi rasa umami. Semua pasien mengeluh kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan yang mengakibatkan kesehatan yang buruk secara keseluruhan. Para peneliti menemukan bahwa reseptor rasa umami ada di dalam usus dan terlibat dalam modulasi sense si nutrisi dan pencernaan, proses penting untuk menjaga hidup sehat.

Penelitian menunjukkan bahwa berbagai gangguan yang berkaitan dengan usia dan efek samping dari obat-obatan dapat mengurangi sensasi rasa dan air liur pada orang tua. Para peneliti mencatat bahwa peningkatan air liur menjadikan mereka memiliki sensasi rasa lebih baik dan bias membantu mereka yang mengalami penurunan sensitivitas umami.

Dalam sebuah studi yang berbeda di antara 29 orang, penambahan zat kokumi untuk mengurangi lemak selai kacang meningkatkan palatabilitas yang secara signifikan meningkatkan rasa yang lebih kuat, rasa setelahnya (after taste), dan gurih. Meskipun mereka memiliki rasa, zat kokumi meningkatkan rasa dasar bila dikombinasikan dengan rasa lain.

Rasa merupakan factor penting yang mengatur palatabilitas makanan. Meskipun diperlukan penelitian skala besar lebih lanjut, pengetahuan ini dapat berhasil digunakan untuk memodifikasi makanan sehat untuk makanan lezat.

Sumber berita: -Klik di sini!

http://www.sciencedaily.com/releases/2015/01/150125213130.htm?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed:+sciencedaily/health_medicine/nutrition+(Nutrition+News+--+ScienceDaily)