Artikel Berita

PRESS RELEASE - "Child and Adolescent Health"

Tercatat:  Selasa, Agustus 27, 2013

27th International Congress of Pediatrics. Melbourne, Australia, 24-29 Agustus

ICP pada tahun 2013 membahas topik-topik pediatri yang cukup maju pada saat ini. Sebagai satu-satunya perwakilan komunitas pediatric dunia, International Pediatric Association (IPA) memiliki sekitar 100 tahun pengalaman dan 166 anggota perkumpulan yang merupakan pemimpin dunia pediatri, bekerja sama dengan organisasi-organisasi seperti WHO, UNICEF, dan FIGO.

Institut Nutrisi Nestle (NNI – Nestle Nutrition Institute) mengadakan symposia satelit saat kongres yang membahas ‘Kesehatan anak dan remaja’ dimana beberapa pembicara ternama menjelaskan peran kebutuhan nutrisi awal pada pertumbuhan dan dampaknya bagi kesehatan.

Para pembicara fokus pada beberapa topic yakni: pentingnya program ASI eksklusif, kehamilan pada masa remaja, malnutrisi/kekurangan gizi dan obesitas. Simposia menyorot pentingnya kebijaksanaan pemerintah dalam mengatur program-program seperti ASI eksklusif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kelebihan/kekurangan gizi.

Nutrisi Awal, Pertumbuhan, dan dampaknya bagi Kesehatan

Prof Ferdinand Haschke (Departemen Pediatri, Universitas Kedokteran, Vienna, Austria dan Institut Nutrisi Nestle, Vevey, Switzerland)

Profesor Haschke membahas pentingnya menyusui bayi dan perannya dalam memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah terjadinya alergi.

Analisa data survey yang mencakup 20 negara developing asal Asia, Africa dan Amerika Latin menunjukkan bahwa pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan berhubungan dengan berat dan tinggi anak yang lebih sehat, bersama dengan risiko infeksi yang lebih rendah. Bahkan, risiko terkena infeksi bisa lebih rendah lagi jika pemberian ASI dilanjutkan sampai anak berumur 6-12 bulan.

Statistik menunjukkan bahwa 7 dari 10 anak berumur 12-24 bulan pada umumnya masih menerima ASI, akan tetapi tidak terdapat bukti konkrit yang menghubungkan pertumbuhan anak dengan pola makan mereka. Series Lancet (2013) menunjukkan bahwa penyapihan makanan tidak berkualitas pada tahun kedua bayi memiliki peran besar dalam pertumbuhan terhambat. Bahkan, statistik menunjukkan bahwa hanya terdapat 1 dari 10 bayi yang memperoleh susu formula pada dua tahun pertama.

Tedapat banyak Negara yang melihat prevalensi penyakit alergi dan obesitas meningkat. Studi dan uji klinis menunjukkan pentingnya pemberian ASI atau susu formula tertentu untuk mencegah terjadinya alergi dan obesitas.

27th International Congress of Pediatrics. Melbourne, Australia, 24-29 Agustus

ICP pada tahun 2013 membahas topik-topik pediatri yang cukup maju pada saat ini. Sebagai satu-satunya perwakilan komunitas pediatric dunia, International Pediatric Association (IPA) memiliki sekitar 100 tahun pengalaman dan 166 anggota perkumpulan yang merupakan pemimpin dunia pediatri, bekerja sama dengan organisasi-organisasi seperti WHO, UNICEF, dan FIGO.

Institut Nutrisi Nestle (NNI – Nestle Nutrition Institute) mengadakan symposia satelit saat kongres yang membahas ‘Kesehatan anak dan remaja’ dimana beberapa pembicara ternama menjelaskan peran kebutuhan nutrisi awal pada pertumbuhan dan dampaknya bagi kesehatan.

Para pembicara fokus pada beberapa topic yakni: pentingnya program ASI eksklusif, kehamilan pada masa remaja, malnutrisi/kekurangan gizi dan obesitas. Simposia menyorot pentingnya kebijaksanaan pemerintah dalam mengatur program-program seperti ASI eksklusif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah kelebihan/kekurangan gizi.

Nutrisi Awal, Pertumbuhan, dan dampaknya bagi Kesehatan

Prof Ferdinand Haschke (Departemen Pediatri, Universitas Kedokteran, Vienna, Austria dan Institut Nutrisi Nestle, Vevey, Switzerland)

Profesor Haschke membahas pentingnya menyusui bayi dan perannya dalam memenuhi kebutuhan gizi dan mencegah terjadinya alergi.

Analisa data survey yang mencakup 20 negara developing asal Asia, Africa dan Amerika Latin menunjukkan bahwa pemberian ASI secara eksklusif sampai bayi berumur 6 bulan berhubungan dengan berat dan tinggi anak yang lebih sehat, bersama dengan risiko infeksi yang lebih rendah. Bahkan, risiko terkena infeksi bisa lebih rendah lagi jika pemberian ASI dilanjutkan sampai anak berumur 6-12 bulan.

Statistik menunjukkan bahwa 7 dari 10 anak berumur 12-24 bulan pada umumnya masih menerima ASI, akan tetapi tidak terdapat bukti konkrit yang menghubungkan pertumbuhan anak dengan pola makan mereka. Series Lancet (2013) menunjukkan bahwa penyapihan makanan tidak berkualitas pada tahun kedua bayi memiliki peran besar dalam pertumbuhan terhambat. Bahkan, statistik menunjukkan bahwa hanya terdapat 1 dari 10 bayi yang memperoleh susu formula pada dua tahun pertama.

Tedapat banyak Negara yang melihat prevalensi penyakit alergi dan obesitas meningkat. Studi dan uji klinis menunjukkan pentingnya pemberian ASI atau susu formula tertentu untuk mencegah terjadinya alergi dan obesitas.