Artikel Berita

Mari Mulai Pencegahan Osteoporosis Sejak Dini

Tercatat:  Rabu, Desember 03, 2014

Osteoporosis selalu dianggap sebagai fitur terjadinya penuaan, namun, menurut American Academy of Pediatrics (AAP), akarnya dapat terletak pada masa kanak-kanak dan remaja.

Dalam laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics, peneliti meninjau laju akuisisi masa tulang pada masa bayi, masa kanak-kanak dan remaja. Mereka menemukan bahwa mencapai massa tulang yang cukup selama masa kanak-kanak dapat menjadi faktor penting yang dapat dimodifikasi.

Meskipun pengendapan mineral tulang berawal pada masa kehamilan, peningkatan BMC (Bone Mineral Content) sebesar 40 kali lipat diamati sejak lahir sampai dewasa, akhirnya mencapai puncak menjelang akhir dekade kedua kehidupan. Faktor genetik memainkan peranan penting pada varian BMC, tetapi faktor-faktor seperti nutrisi dan aktivitas fisik juga memainkan peranan sama pentingnya dalam mempengaruhi kesehatan tulang. Para peneliti menemukan bahwa konsumsi susu pada anak berkaitan dengan BMC yang lebih tinggi dan risiko fraktur lebih rendah.

Bila diuraikan lebih lanjut, para peneliti menyatakan bahwa sumber utama kalsium setelah tahun pertama kehidupan bayi adalah dari susu dan produk olahan susu. Dengan demikian, sumber makanan yang berasal dari susu menempati 70-80% kebutuhan kalsium.

Para peneliti di AAP menegaskan strategi berikut yang dapat digunakan dalam praktek profesional untuk membantu meningkatkan kesehatan tulang anak, yaitu:

* Menekankan pada asupan kalsium dibandingkan suplementasi eksternal pada anak sehat.

* Meningkatkan konsumsi makanan dan minuman harian yang termasuk susu rendah lemak dan yogurt rendah lemak yang mengandung kalsium dan vitamin D

* Melakukan skrining teratur pada anak dan remaja dengan patah tulang berulang atau kondisi medis khusus yang berhubungan dengan kekurangan vitamin D.

* Merekomendasikan aktivitas seperti berjalan, menari dan berlari yang dapat membantu meningkatkan massa tulang mereka.

Osteoporosis adalah kondisi yang dapat membuat lemah dan berbahaya yang dapat menyebabkan beberapa komplikasi. Memastikan keseimbangan nutrisi dan aktivitas fisik pada anak adalah hal yang dibutuhkan untuk mengoptimalkan massa tulang dan mencegah osteoporosis di kemudian hari.