Artikel Berita

Konsep Gut Brain Axis Membuktikan Bahwa Pencernaan Sehat Pengaruhi Kesehatan dan Kecerdasan si Kecil

Tercatat:  Kamis, April 10, 2014

Pertumbuhan otak anak merupakan salah satu hal yang dianggap penting dalam tumbuh kembang anak di awal kehidupannya. Menurut Kepala Divisi Tumbuh Kembang Anak RS. Soetomo Surabaya, Dr. Ahmad Suryawan SpA(K) (Dr. Wawan), hingga anak berusia 2 tahun, ia sudah memiliki 80 persen otak orang dewasa. Sedangkan dari usia 2 hingga 6 tahun, anak memiliki 95 persen otak orang dewasa. Berarti orangtua hanya memiliki waktu sampai anak berusia 6 tahun untuk memberikan yang terbaik agar buah hatinya tumbuh sehat dan cerdas.

Dr.Wawan menambahkan bahwa saluran cerna yang sehat sangat mempengaruhi kerja otak, sebaliknya otak juga mengirim sinyal ke saluran cerna. “Saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk menampung nutrisi, namun juga mampu mempengaruhi sinyal di otak melalui mikrobiota usus,” ungkapnya. Saluran cerna yang sehat sangat mempengaruhi kerja otak, sebaliknya otak juga mengirim sinyal ke saluran cerna. Contohnya orang yang merasa gugup dalam menghadapi ujian bisa merasa mual. Komunikasi dua arah antara otak dan saluran cerna ini disebut gut-brain axis. Komunikasi tersebut saling mendukung masing-masing organ. “Saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk menampung nutrisi, namun juga mampu mempengaruhi sinyal di otak melalui mikrobiota usus. Adanya peran sistem persarafan ENT (enteral nervous system) memungkinkan adanya hubungan komunikasi dua arah antara sistem pencernaan dan otak,” ungkapnya.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa dengan adanya komunikasi dan interaksi secara langsung antara sistem pencernaan dengan organ-organ lain, termasuk otak, yang tentunya memiliki implikasi fisiologis maupun psikologis. Lebih jauh dari itu, seiring dengan berkembangnya teori “developmental origins of health and adult diseases”, bukti terus bermunculan bahwa lingkungan saluran cerna di awal kehidupan beserta interaksi flora normal di dalamnya berperan dalam early programming yang menentukan risiko terjadinya penyakit-penyakit kronis saat dewasa.