Artikel Berita

Asupan Buah dan Sayur pada Anak-Anak Sangat Rendah; Rekomendasi Fokus pada Makan Siang oleh Ahli Gizi

Tercatat:  Rabu, September 03, 2014

Anak-anak usia 2-18 tahun makan buah lebih banyak dan minum jus buah lebih sedikit, sebuah laporan terbaru menunjukkan hal tersebut setelah implementasi satu program baru. Namun, mereka mengungkapkan bahwa asupan sayur masih sama rendahnya. Salah satu ahIi mengungkapkan bahwa perubahan konsumsi jus buah menjadi buah utuh merupakan sebuah peningkatan besar. 

Perubahan sebuah program gizi meningkatkan jumlah buah-buahan yang dikonsumsi oleh anak setiap hari, namun baik anak-anak maupun orang dewasa belum memenuhi jumlah asupan yang direkomendasikan. Ahli gizi dari Kansas State University menyatakan bahwa untuk dapat mencapai jumlah asupan harian yang direkomendasikan, fokus perlu diberikan dalam menu makan siang. 

Laporan terbaru dari Centers for Disease Control and Prevention menemukan bahwa anak-anak usia 2-18 tahun makan buah utuh lebih banyak dan jus buah lebih sedikit, sementara asupan sayuran masih tetap sama jumlahnya. Sandy Procter, asisten profesor gizi sekaligus kordinator dari Expanded Food and Nutrition Education Program di University's College of Human Ecology mengungkapkan bahwa perubahan pola makan tersebut merupakan suatu peningkatan yang besar. 

“Hal ini sungguh merupakan tanda positif untuk kelompok umur tersebut karena kami melihat banyak sekali permasalahan kelebihan konsumsi jus buah,” ungkap Procter. “Telah ada upaya nyata yang dilakukan untuk mengedukasi para orang tua dan pengasuh bahwa meskipun 100% kandungan jus buah sangat bernutrisi, namun tinggi kalori. Ketika jus buah diberikan secara berlebihan pada anak-anak, akan menyebabkan diare dan obesitas.” 

Procter menyusun program peningkatan asupan buah sebagai perubahan dalam Special Supplemental Nutrition Program for Women, Infants and Children, atau WIC. Program WIC dilaksanakan di tahun 2007 dengan menggunakan basis penelitian dimana alokasi dana untuk pembelian buah dan sayuran ditambah, sedangkan alokasi dana untuk pembeliah jus buah dikurangi. Perubahan tersebut mulai dirasakan pengaruhnya pada Januari 2014. 

Meskipun mengalami peningkatan, kebanyakan anak dan orang dewasa tidak mendapatkan asupan buah dan sayur yang cukup. Sesuai data dari State Indicator Report on Fruits and Vegetables dari National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion tahun 2013, rata-rata orang Amerika mengonsumsi satu porsi buah dan 1,3 porsi sayuran setiap hari. Di Kansas, persentasi yang dilaporkan mengkonsumsi buah kurang dari satu kali per hari sebesar 41%. Untuk konsumsi sayuran, 22% dilaporkan mengkonsumsinya kurang dari satu saji per hari, dimana kentang goreng termasuk dalam pilihan sayuran. 

“Kita berbicara tentang konsumsi 5 porsi buah dan sayur setiap hari sebagai hal yang mudah untuk dilakukan, padahal kenyataannya kita tidak dapat mencapai hal tersebut,” kata Procter. “Saya rasa ketika orang tua menyiapkan makanan anak usai pulang sekolah, sangat penting untuk menyadari bahwa konsumsi 5 porsi buah dan sayur akan sangat mudah untuk dicapai – kamu hanya perlu merencanakan dengan matang.”  

Procter menekankan bahwa makan siang menjadi waktu makan paling penting untuk konsumsi buah dan sayur dan menyatakan bahwa jika buah dan sayur tidak termasuk dalam menu makan siang, akan sangat sulit untuk memenuhi jumlah asupan buah dan sayur yang direkomendasikan, yaitu 5 porsi buah dan sayur setiap hari. Dia juga mengatakan bahwa meningkatkan pola makan yang baik di masa kanak-kanak akan membawa kebiasaan makan yang lebih baik di kemudian hari. 

Keterangan lebih lanjut dapat di akses pada tautan berikut : 

Vital Signs: Fruit and Vegetable Intake Among Children — United States, 2003–2010

http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/mm6331a3.htm?s_cid=mm6331a3_w

http://www.sciencedaily.com/releases/2014/08/140819125918.html