Artikel Berita

Anak yang Kurang Tidur Cenderung Makan Berlebihan

Tercatat:  Rabu, April 02, 2014

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh peneliti dari UCL, membuktikan bahwa anak kecil yang kurang tidur cenderung makan berlebihan, yang pada akhirnya menyebabkan obesitas dan masalah kesehatan di masa depan. Studi ini menemukan, anak 16 bulan yang tidur kurang dari 10 jam per hari, mengkonsumsi rerata 105 kkal lebih banyak dari anak yang tidur lebih dari 13 jam per hari.

Penelitian sebelumnya pada anak yang lebih besar dan pada orang dewasa, sudah pernah melaporkan hubungan antara pola makan, berat badan dan pola tidur, tetapi, studi yang dipublikasi di International Journal of Obesity ini, adalah studi pertama yang meneliti hubungan langsung antara pola tidur dan asupan energi pada anak dibawah 3 tahun yang menemukan bahwa kurang tidur berkontribusi terhadap kelebihan berat badan di awal masa kanak-kanak karena anak yang kurang tidur cenderung mengkonsumsi energi secara berlebihan. Penyebab pasti fenomena ini masih belum jelas, akan tetapi, pola tidur yang lebih pendek diduga mengganggu regulasi hormon-hormon yang mengontrol rasa lapar dan kenyang.

Studi berdesain kohort yang disponsori oleh Cancer Research UK ini, melibatkan 1303 keluarga di Inggris dengan memonitor pola tidur ketika anak berusia 16 bulan dan pola makan ketika anak berusia 21 bulan.

“Kita mengtetahui bahwa kurang tidur di awal kehidupan meningkatkan risiko obesitas, sehingga kita ingin mengetahui apakah anak yang kurang tidur akan mengkonsumsi lebih banyak asupan kalori,” jelas dr. Abi Fisher dari Health Behaviour Research Center di UCL.

“Penelitian sebelumnya pada orang dewasa dan anak yang lebih besar, menemukan adanya peningkaan asupan makan pada individu yang kurang tidur. Akan tetapi, anak yang lebih kecil tidak diasumsikan memiliki pola yang serupa karena, sebagian besar keputusan terkait kapan dan bagaimana anak yang lebih kecil makan diputuskan oleh orangtua mereka”

“Pesan kunci yang perlu diingat adalah anak yang kurang tidur cenderung mengkonsumsi lebih banyak kalori,” kata dr. Fisher. “Orangtua perlu disadarkan mengenai isu tersebut walaupun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami mengapa dan bagaimana fenomena tersebut terjadi.”