Artikel Berita

ASI Adalah Sumber Bakteri Baik

Tercatat:  Kamis, Maret 20, 2014

Rangkuman kuliah Siang Klinik NNI di PIT etomaternal Padang – 17 Maret 2014

ASI juga merupakan sumber bakteri baik bagi bayi. Sejumlah penelitian menunjukan bahwa bakteri termasuk Bifidobakteria dan Laktobasilus juga di transfer dari saluran pencernaan ibu ke ASI dan memperkaya komposisi dan kolonisasi bakteri bakteri baik pada bayi yang mendapatkan ASI. Menurut Laurent Favre, PhD dari Immunology Division Nestle Research Center, memang terdapat beberapa teori yang menunjukan bahwa adanya bakteri baik di ASI bisa disebabkan faktor kontaminasi kulit dan papilla mammae namun sudah banyak penelitian yang juga mendemonstrasikan bahwa terdapat komponen bakteri baik di ASI pada ibu yang mendapatkan asupan probiotik baik selama kehamilan maupun menyusui. Dengan adanya komposisi bakteri baik pada ASI dan hubungannya dengan asupan probiotik selama kehamilan dan menyusui menunjukan bahwa sudah saatnya tenaga kesehatan memikirkan pentingnya rekomendasi asupan probiotik pada ibu hamil, mengingat manfaat jangka panjang dari probiotik tidak hanya pada ibu tetapi jugaberpegnaruh positif pada status kesehatan bayi.Sejumlah penelitian menunjukan bayi yang lahir dari ibu yang mendapatkan asupan probiotik, dan memperoleh transfer bakteri baik selama masa menyusui memiliki tingkat risiko menderita penyakti alergi yang lebih rendah.

Asupan probiotik selama kehamilan dan menyusui

Disaat yang sama DR Dr Noroyono WIbowo SpOG(K) dari Divisi Feto-maternal Departemen Obstetri Gynekologi FKUI/RSCM Jakarta juga mengajukan contoh kasus yang ditemui di praktik mengenai kasus alergi pada anak yang memiliki hubungan erat dengan status nutrisi ibu terutama rendahnya kolonisasi bakteri baik di saluran cerna ibu. Menurut Dr Bowo, asupan mikronutrien yang komplit dan memperhitungkan pendekatan multifactorial serta ditambahkan dengan asupan probiotik selama kehamilan dan menyusui dapat menurunkan risiko alergi pada anak. Namun menurut Dr Bowo pemberian asupan nutrisi harus tetap memperhitungkan aspek kofaktor spesifik dari zat zat gizi tertentu untuk memaksimalkan manfaat intervensi nutrisi yang dilakukan.

Kedua kuliah diatas dipresentasikan apda saat Siang Klini Nestle Nutrition Institute di acara PIT Fetomaternal di Padang.